Manfaat Teknologi Informatika dibidang Farmasi
BAB.I
PENDAHULUAN
1.1 Latar BelakangDi dunia kesehatan, informasi adalah hal yang sangat penting, karena semua hal mengenai pasien adalah informasi yang harus dikelola dengan baik dan aman, sehingga dibutuhkan suatu sistem yang aman dan berjalan lancar agar seluruh informasi itu dapat digunakan untuk kepentingan pengobatan pasien.
Akibat dari informasi yang tidak dikelola dengan baik adalah terancamnya keamanan dan keselamatan pasien. Misalnya di Amerika Serikat, penulisan resep yang sulit dibaca telah mengakibatkan kematian sekitar 7000 pasien dan mencederai sedikitnya 1,5 juta pasien setiap tahunnya. Hal ini dapat mengakibatkan banyak dampak negatif bagi sarana pelayanan kesehatan, seperti turunnya kredibilitas/citra, berkurangnya pendapatan, dan tuntutan hukum terhadap sarana pelayanan kesehatan.
Selain itu juga penggunaan obat yang kurang tepat dapat memberikan dampak yang buruk kepada pasien. Sehingga penggunaan obat yang tepat oleh pasien merupakan salah satu kunci keberhasilan pengobatan, baik untuk pasien yang mendapat obat berdasarkan resep dokter maupun pengobatan mandiri (swa-medikasi). Satu macam obat memiliki atribut yang sangat kompleks mengakibatkan para pengguna obat merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi obat terkini secara cepat dan akurat.
Dengan menggunakan teknologi informasi yaitu ICT pada bidang farmasi, diharapkan bisa memberikan manfaat yang cukup baik terutama untuk keselamatan manusia.
Meskipun masih cukup jarang ditemui, pengembangan Management Support Systems (MSS) menjadi alternatif yang sangat baik dalam membantu para klinisi dalam melakukan manajemen obat dan pengobatan. Beberapa model keputusan dalam MSS dapat diterapkan untuk membantu memberikan alternatif solusi bagi para pengambil keputusan dalam pengelolaan obat dan menyelesaikan beberapa masalah terkait dengan pengobatan.
Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi adalah salah satu upaya dalam pelayanan informasi kepada konsumen obat. Dalam era yang serba digital, kecanggihan teknologi harus diperhitungkan sebanyak mungkin memberi nilai lebih dalam setiap aktivitas.kehidupan. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang farmasi harus selalu bermuara pada upaya peningkatan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.
BAB.II
PEMBAHASAN
II.1 Mamfaat Teknologi Informasi Dalam Bidang Farmasi
Seiring pesatnya perkembangan teknologi khususnya dalam bidang kesehatan. Farmasi memegang peranan penting karena majunya ilmu kesehatan tidak akan selaras tanpa diikuti majunya ilmu tentang obat (Farmasi). Farmasi merupakan salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia. Ruang lingkup farmasi termasuk beberapa peran tradisional seperti menggabungkan dan membagikan obat-obatan untuk para dokter, juga termasuk peran modern seperti perawatan pasien, termasuk juga layanan-layanan klinis, meninjau obat-obatan untuk keamanan dan keefisienan, dan menyediakan informasi mengenai obat-obatan. Sedangkan (apoteker) merupakan gelar profesional dengan keahlian di bidang farmasi. Farmasis biasa bertugas di institusi-institusi baik pemerintahan maupun swasta seperti badan pengawas obat/makanan, rumah sakit, industri farmasi, industri obat tradisional, apotek, dan di berbagai sarana kesehatan.
a) Apa itu informatika
Informatika merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi. Disiplin ilmu ini mencakup beberapa macam bidang, termasuk di dalamnya: ilmu komputer, ilmu informasi, sistem informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Secara umum informatika mempelajari struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi. Aspek dari informatika lebih luas dari sekedar sistem informasi berbasis komputer saja, tetapi masih banyak informasi yang tidak dan belum diproses dengan komputer.
Tujuan utama informatika ialah mengkaji hakiki (nature) informasi dalam segala bentuknya yang mengarah ke klasifikasi, organisasi, representasi, penyimpanan, temu balik, pemahaman serta penggunaan informasi. Salah satu komponen vital dalam informatika adalah teknologi komputer yang berkembang cepat serta berdampak terhadap kebudayaan, ekonomi dan masyarakat. Bagaimana menghadapi masalah dengan teknologi komputer yang berkembang pesat merupakan salah satu aspek kajian informatika.
b) Informatika farmasi
Informatika farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan yang menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan, penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.
Informatika farmasi berfokus pada penerapan teknologi untuk apoteker dalam mendukung, merampingkan, meningkatkan alur kerja, meningkatkan keselamatan pasien dengan praktik terbaik dan sistem yang handal. Setelah adanya pengakuan tentang peran apoteker yang meningkat pesat dalam penggunaan informasi kesehatan dan sistem manajemen.
Farmasi informatika (PI), juga disebut sebagai pharmacoinformatics, adalah aplikasi komputer untuk pengambilan, penyimpanan dan analisis informasi obat. Informatika farmasi bekerja dengan sistem informasi manajemen farmasi yang membantu apoteker membuat keputusan yang sangat baik tentang terapi obat pasien sehubungan dengan catatan asuransi kesehatan, interaksi obat, serta informasi resep dan pasien. Tugas Informatika Farmasi adalah untuk fokus pada penerapan teknologi untuk apoteker. Teknologi ini akan membantu dalam mendukung, merampingkan, meningkatkan alur kerja, dan meningkatkan keselamatan pasien.
Informatika Farmasi dapat dianggap sebagai sub-domain dari disiplin profesional yang lebih besar dari informatika kesehatan. Beberapa definisi informatika farmasi mencerminkan hubungan ini untuk informatika kesehatan. Sebagai contoh, Informasi Kesehatan Manajemen Sistem Masyarakat (HIMSS) mendefinisikan informatika farmasi sebagai, “bidang ilmiah yang berfokus pada pengobatan yang berhubungan dengan data dan pengetahuan dalam sistem kesehatan, termasuk akuisisi, penyimpanan, analisis, penggunaan dan pengembangan obat serta pengiriman obat yang optimal terkait perawatan pasien dan hasil kesehatan”.
c) Fungsi dan Manfaat informatika farmasi
Fungsi informatika farmasi yaitu dapat membantu praktisi farmasi dalam beberapa cara. Baik desain sistem dan manajemen database dapat merampingkan proses sehingga personil yang digunakan lebih efisien dan informasi yang tersedia secara tepat waktu.
Informatika farmasi mempelajari tentang :
1. Interaksi antara manusia, proses kerja dan
2. Rekayasa sistem dalam perawatan kesehatan dengan fokus pada perawatan farmasi dan
3. Keamanan membaik pasien.
Ada sejumlah manfaat untuk menggunakan informatika farmasi untuk meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien. Selain mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat mungkin atau alergi sebelum resep diisi, farmasi informatika memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan yang mereka diberikan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri. Apoteker juga mungkin dapat membantu dokter dan orang lain dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat untuk kondisi tertentu, yang dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke kantor dokter untuk menerima diagnosa yang tepat dan pengobatan. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat generik, dapat sangat mengurangi biaya sakit bagi pasien.
- SISTEM DAN PERANAN INFORMASI DALAM BIDANG FARMASI
Teknologi informasi banyak di pergunakan dalam dunia medis /kesehatan ,Transaksi –transaksi yang berhubungan dengan karyawan, juru medis, dan pasien
Seperti hal nya di gunakan untuk:.
1. System informasi digunakan untuk mencatat rekaman medis pasien secara elektronis.
2. Untuk mencari informasi tentang seseorang pasien, pengunjung dapat berinteraksi secara langsung dengan terminal yang disediakan untuk keperluan itu. Dengan mengetikkan sepenggal nama, system informasi akan segera menyajikan informasi tentang pasien yang memenuhi criteria pencarian
3. Teknologi informasi diterapkan pada peralatan medis missal CT Scan (Computer Tomography). CT Scan adalah peralatan yang mampu memotret bagian dalam tubuh seseorang tanpa harus dilakukan pembedahan.
4. Mycin merupakan contoh system pakar yang digunakan untuk membantu juru medis mendiagnosis penyakit darah yang cepat menular dan kemudian dapat memberikan saran berupa penggunaan antibiotic yang sesuai. (system pakar adalah perangkat lunak yang ditujukan untuk meniru keahlian seseorang dalam bidang tertentu).
5. Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien.
6. Penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
7. bidang jasa pelayanan kesehatan teknologi informasi berguna untuk memberikan pelayanan secara terpadu dari pendaftaran pasien sampai kepada system penagihan yang bisa dilihat melalui internet.
8. Penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya adalah USG (Ultra sonografi). USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor.
9. Teknologi nirkabel
Pemanfaatan jaringan computer dalam dunia medis sebenarnya sudah dirintis sejak hampir 40 tahun yang lalu. Pada tahun 1976/1977, University of Vermon Hospital dan Walter Reed Army Hospital mengembangkan local area network (LAN) yang memungkinkan pengguna dapat log on ke berbagai komputer dari satu terminal di nursing station. Saat ini, jaringan nir kabel menjadi primadona karena pengguna tetap tersambung ke dalam jaringan tanpa terhambat mobilitasnya oleh kabel. Melalui jaringan nir kabel, dokter dapat selalu terkoneksi ke dalam database pasien tanpa harus terganggun mobilitasnya.
10. Pencarian dan Peletakan dan Informasi Obat-obatan.
11. Perkembangan teknologi di bidang kesehatan berimplikasi pada perkembangan jenis penyakit dan banyaknya macam dan jenis obat.
12. Dengan menggunakan teknologi informasi yaitu ICT pada bidang pengobatan dan kedokteran, bisa memberikan manfaat yang cukup baik terutama untuk keselamatan manusia. Keakuratan informasi yang dihasilkan ICT, diharapkan bisa mengurangi angka kematian” Peranan Information and Communication Technology (ICT) di bidang Kedokteran dan Farmasi dalam Mendukung Keselamatan Pasien”,
13. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang farmasi dan kedokteran harus selalu bermuara pada upaya peningkatan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.
14. Penggunaan Biosensor. Biosensor merupakan suatu alat Instrumen elektronik yang bekerja untuk mendektesi sample biokimia. Contoh paling sederhana adalah alat uji diabetes.
15. menganalisis organ tubuh manusia bagian dalam yang sulit dilihat
16. Sistem Computerized Axial Tomography (CAT) berguna untuk menggambar struktur bagian otak dan mengambil gambar seluruh organ tubuh yang tidak bergerak dengan menggunakan sinar-X.
17. menggunakan sistem Dynamic Spatial Reconstructor (DSR) yang dapat digunakan untuk melihat gambar dari berbagai sudut organ tubuh.Single Photon Emission Computer Tomography (SPECT), merupakan sistem komputer yang mempergunakan gas radioaktif untuk mendeteksi partikel-partikel tubuh yang ditampilkan dalam bentuk gambar.
18. Bentuk lain adalah Position Emission Tomography (PET) juga merupakan sistem komputer yang dapat menampilkan gambar yang menggunakan isotop radioaktif. Selain itu Nuclear Magnetic Resonance merupakan teknik mendiagnosis dengan cara memagnetikkan nucleus (pusat atom) dari atom hidrogen.
19. Saat ini telah ada temuan baru yaitu komputer DNA, yang mampu mendiagnosis penyakit sekaligus memberi obat.
komputer DNA ultrakecil yang mempu mendiagnosis dan mengobati kanker tertentu
BAB.III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Informatika farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan yang menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan, penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.
Manfaat mempelajari informatika farmasi yaitu :
1.meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien
2.memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang obat-obatan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri.
3.Apoteker dapat membantu masyarakat/pasien dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat untuk kondisi tertentu. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat generik sehingga dapat mengurangi biaya sakit bagi pasien.
DAFTAR PUSTAKA
Dewangga arie, march 28, 2011, “Apa Itu Informatika“, http://blog.uad.ac.id
Informatika kesehatan-Solusi Teknologi Informasi untuk Dunia Kesehatan Indonesia, http://teknosehat.wordpress.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar